Ini Kata Darmin Nasution Pasal ‘Pemalsuan’ Beras

Potret Berita – Darmin Nasution selaku Menko Perekonomian mulai angkat bicara tentang adanya dugaan kasus pemalsuan beras IR 64 yang tiba-tiba disulap menjadi beras premium.

PT. Indo Beras Unggul dituduh menjual beras subsidi IR 64 seharga dengan beras premium dan membohongi seluruh masyarakat dengan mencantumkan label premiun dalam kemasannya.

Darmin sendiri mengaku bahwa dirinya tidak terlalu mengikuti perkembangan tersebut. Ia menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk meluruskannya.

“Sedang proses dan melalui proses tersebut akan dihentikan apa yang mereka lakukan,” Ujar Darmin ketika ditemui di kantornya di Jakarta Pusat pada hari Minggu (23/07/17).

Dalam sistem mekanismenya, Darmin telah menjelaskan harga yang sudah diatur oleh pemerintah melalui Bulog selaku BUMN sehingga tata niaga beras dapat lebih tertata.

“Jadi penegakan harga di tingkat petani itu sudah sesuai dengan peraturan harga dari pemerintah dan itu adalah satu Bulog membeli beras sebaiknya padi, gabah karena petani juga kan jarang jual beras, petani jual gabah,” kata Darmin.

Jika petani disebut mendapatkan harga jual yang murah, sebenarnya itu tidak lebih rendah dibandingkan dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Turunnya harga beras di tingkat petani pastinya terjadi ketika musim hujan.

“Jadi kalau dibilang petani mendapatkan harga yang rendah ya itu sebenarnya tidak lebih rendah dari harga yang sudah diatur pemerintah kecuali kalau panen ketika musim hujan,” ujar Darmin.

Darmin sendiri mengatakan bahwa sama sekali tidak ada larangan tertulis mengenai aturan harga jual beras seperti yang dilakukan oleh PT Indo Beras Unggul. Namun, Darmin sendiri enggan untuk berkomentar lebih jauh dan memilih untuk menyerahkan kasus ini ke pihak yang berwenang.

“Memang kalau ditanya boleh atu tidak dia jual beras yang sudah disortir menggunakan merk harga umum, ya tidak ada larangan. Seberapa tinggi supaya dia tidak melanggar ya tidak ada aturannya juga. Oleh karena itu, saya sendiri berpikir lebih baik tidak berbicara terlalu jauh tentang kesalahannya,” tutupnya.

Potret Berita